Selasa, 10 Februari 2015

Tenang & Bergelombang

Hello sahabat, bagaimana kabarnya sekarang? Postingan kali ini mengajak rekreasi ke pantai nan indah, pantai panorama alam, pantai anugerah Yang Kuasa untuk umat manusia, pantai penyejuk penentram jiwa, pantai yang lautnya kaya akan ikan, dan tempat melepas lelah setelah sibuk bekerja. Pantai yang dapat membuka wawasan, berpikir, menerawang, dan mengambil perumpamaan lalu teraplikasi sebagai rasa syukur atas anugerah tersebut. Pantai dengan kekayaan melimpah yang apabila dikelola dalam damai bernuansa kepentingan bersama akan berujung pada kemakmuran bersama serta awet dan terpeliharanya lingkungan laut tersebut. Laut juga akan memberi pesona, ya pesona ketertarikan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara untuk ikut serta menikmati pesona dan keindahan laut tersebut.

Sebatas mata memandang, seakan langit tak punya batas, kaki langit seperti masuk ke dalam air.Mata tak berkedip, pikiran menenang dalam buaian sepoi angin yang memberi kehidupan. Jiwa menyegar, asa melanglang buana antara dua dunia, yakni dunia nyata dan dunia harapan, ya dunia harapan yang diharapkan pengelolaannya memberi harapan. Tiupan angin tanpa kabar angin memberi belai untuk lebih termotivasi dalam beraktivitas. Laut tenang tanpa riak dan gelombang, tiada lain merupakan akibat dari tiupan sepoinya angin. Tergambar dalam angan, sisi kehidupan sebagai penentram hidup dan penyemangat kerja. Hampir tidak ada riak-riak saling, tak ada kabar-kabar angin tentang, melainkan semua larut dalam kesibukan untuk berbuat yang lebih baik dan berarti bagi kehidupan yang lebih luas, seperti larutnya garam-garam mineral dalam air laut yang memberi kehidupan kepada beraneka ragam hewan air laut. Kehidupan air laut yang taat aturan, meski ada predator, tapi tetap menjaga kelangsungan populasi dan keseimbangan hidup di air tersebut. Inilah sebuah harapan yang terselip dalam segar dan tenangnya pikiran saat mata tertuju pada ketenangan air laut.

Saat lain, tatkala laut tidak bersahabat. Tiupan angin kencang membawa serta kabar angin sebagai penyebab air laut seperti diaduk. Laut bergelora, gelombang agak tinggi, dan suara atau bunyi terdengar hingar-bingar. Sulit dibedakan antara suara angin, ombak, dan hempasan gelombang. Hewan laut: ikan, udang, kepiting, cumi-cumi, dan yang lainnya pada lari mencari jalan selamat dan aman. Aktivitas kehidupan laut terganggu, suasana tidak lagi nyaman, kecantikan dan pesona karang laut tak tampak lagi. Yang tampak hanyalah hitam pekatnya awan di atas laut, sesekali terdengar suara burung menukik yang juga membawa kabar burung.

Manusia pasrah, berharap laut tenang, lalu berdoa semoga bergeloranya laut terjadi tidak begitu lama. Manusia menginginkan suasana tenang, kondusif istilah kerennya, agar dapat berikhtiar, berusaha, dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Laut tenang tanpa riak dan gelombang dapat menyebabkan fokusnya konsentrasi untuk berinovasi ke depan. Apa yang akan dilakukan atau diperbuat dapat tergambar dalam benak, realisasinya pun dapat secara gamblang terbayangkan. Rencana dan alokasi yang serba neka berjalan mulus seakan tanpa halangan yang berarti, sedangkan dukungan khalayak ramai seperti tidak lagi berbisik di telinga. Dukungan untuk sebuah kenyamanan dan kemajuan yang merangkul hajat kehidupan orang banyak.

Laut bergelora, ombak semakin meninggi, dan tiupan angin kencang memunculkan istilah bahwa laut tidak bersahabat. Konsentrasi tak menentu, sulit berinovasi, rencana dan alokasi dapat saja buyar karena didominasi oleh perasaan khawatir dan cemas. Khawatir akan suatu kondisi, yakni rancangan dan prosesi kerja yang sudah diperhitungkan secara matang tidak secara pribadi, dan berdasar perhitungan telah berpredikat benar, tetap ternilai sebagai sebuah kesalahan.

Kapan........., dan kapankah harapan tersebut benar-benar memberi harapan? Harap laut tidak bergelora, ingin dan ingin laut tetap bersahabat, dan laut tetap memberi dukungan keserasian hidup dalam membangun kedamaian menuju kemakmuran. 

Doa, kadang terlupakan, ya berdoa sahabat, semoga dan semoga laut tetap tenang dan bersahabat dengan hasil laut yang melimpah. Hasil laut untuk kemanfaatan kita semua, tidak saja dinikmati sekarang, melainkan sampai ke anak cucu di masa yang akan datang.






0 komentar: