Kamis, 22 Januari 2015

KERAGUANKU

Mampukah aku? Bisakah aku? Pertanyaan tersebut selalu mengiang di benakku. Aku menginginkan hidup seperti rata-rata orang lain, punya pekerjaan, punya penghasilan meskipun aku tidak memiliki keterampilan. Hidup perlu biaya, kapan dan di mana pun aku berada. Ya ..... biaya hidup walau hanya sebatas untuk membiayai kehidupanku.

Apa yang harus aku lakukan, dari mana aku harus memulai, apa yang harus aku kerjakan? Bingung, seakan pikiranku tidak  mampu menjangkau ke gambaran atau hal yang lebih jauh. Harus bagaimanakah aku? Sekilas terbayang akan teman-temanku, betapa beruntung mereka, hidup enak, nyaman, seakan perlu apa tinggal tekan tombol.

Apakah ini nasib atau takdir? Tidak...... bukan......, ini bukan takdir, bukan nasib, melainkan ini merupakan keadaan yang aku alami sekarang. Bertambah lagi kebingunganku, tidak saja itu, malah aku ragu,  bukan meragukan siapa-siapa tapi ragu degan diri sendiri, kemampuanku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan diriku atau bagaimana keadaanku di masa yang akan datang.

Di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan keadaan kita di masa yang akan datang. Dua kalimat tersebut seakan mulai mengusir pikiranku yang membuat aku bingung. Aku mulai dan fokus pada kalimat itu. Setidaknya aku harus berusaha menjadi tukang untuk diriku, paling tidak memperbaiki keadaanku, nasibku, atau takdirku.

Kuhapus keraguanku, orang lain mampu mengapa aku harus tidak! Orang punya pekerjaan, penghasilan...... aku juga harus walau kulakukan semampuku  Kubulatkan tekadku, kupastikan langkahku, dan kubayangkan bahwa masa depan menyenyumiku lalu ia mengatakan: keadaan kehidupanmu, kesejahteraanmu, kebahagiaanmu ada dalam genggaman tanganmu.

0 komentar: