Dunia ini bulat sahabat, sebulat tekad untuk berbenah dalam usaha memperbaiki situasi agar menjadi lebih bermakna. Situasi yang lebih bersahabat, familiar, lebih meyakinkan untuk tetap melibatkan diri di dalamnya. Situasi yang mampu membuat untuk saling mengerti, saling memahami, bahu-membahu, bantu- membantu, tolong-menolong, yang tujuan akhirnya adalah mengundang hadirnya kedamaian, keselarasan, rasa aman, sehingga menjadikan nuansa kehidupan menjadi lebih hidup.
Saling menyalahkan merupakan momok yang sebenarnya sangat menakutkan. Bahkan, kesengajaan mencari kesalahan orang lain merupakan awal tertanamnya rasa ketidakpercayaan. Muncul saling curiga, saling mata-mematai, memutar balik fakta untuk kepentingan yang sifatnya emosional. Pada akhirnya, kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun tetap pada situasi saling curiga-mencurigai yang tidak menutup kemungkinan, tertulislah di kartu undangan untuk saling memusuhi. Inilah sebuah kerugian besar, kerugian yang memang tidak tampak dalam laporan rugi laba dari seorang petugas keuangan.
Hidup menjadi lebih hidup, bermakna, berarti, dalam suasana damai, aman, tenteram, senantiasa diidamkan oleh siapa pun. Target kemakmuran, kesejahteraan, dan bahkan keadilan tidak akan terwujud apabila nuansa terlalu jauh dari situasi yang menjadikan kehidupan menjadi lebih hidup. Berawal dari usaha menjadikan suasana damai, aman, dan tenteram akan memberikan setelan otomatis pada munculnya kemakmuran dan kesejahteraan.
Kesamaan persepsi, lebih mengutamakan kepentingan banyak orang, keadilan yang memang adil merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan rasa aman, damai, dan tenteram. Hidup ...... memang tidak bisa sendiri, melainkan perlu orang lain.... memang perlu orang lain. Kebahagiaan yang luar biasa akan terjadi apabila kita berhasil membahagiakan orang lain.











