Sejauh Mata Memandang, Sedalam Hati Merasa

Walau sudah jauh melangkah, tetapi hati dan pikiran cenderung melihat ke belakang.

Di Mana Ada Kemauan, Di Situ Pasti Ada Jalan

Kemauan keras akan mengalahkan segalanya, menepis hadang, menghalau rintang, dan menuai hasil untuk masa yang akan datang.

Banyak Jalan Menuju Roma

Senantiasa berusaha mencari cara terbaik, tak kenal putus asa, tak mudah menyerah karena hasil tergambar di depan mata.

Boleh Saja Lupa Diri, Tapi Jangan Seperti Kacang yang Lupa Akan Kulitnya

Sebuah keberhasilan mustahil tanpa peran serta orang lain. Tegur sapa dan ingat merupakan kebanggaan bagi mereka.

Saat-saat Dunia Tersenyum, Mengakui Kita, bahwa Kita Juga Mampu

Menikmati hari tua tanpa adanya penyesalan karena kemampuan mengelola masa lalu dan sekarang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Selasa, 27 Januari 2015

SELAYANG PANDANG

Dunia ini bulat sahabat, sebulat tekad untuk berbenah dalam usaha memperbaiki situasi agar menjadi lebih bermakna. Situasi yang lebih bersahabat, familiar, lebih meyakinkan untuk tetap melibatkan diri di dalamnya. Situasi yang mampu membuat untuk saling mengerti, saling memahami, bahu-membahu, bantu- membantu, tolong-menolong, yang tujuan akhirnya adalah mengundang hadirnya kedamaian, keselarasan, rasa aman, sehingga menjadikan nuansa kehidupan menjadi lebih hidup.

Saling menyalahkan merupakan momok yang sebenarnya sangat menakutkan. Bahkan, kesengajaan mencari kesalahan orang lain merupakan awal tertanamnya rasa ketidakpercayaan. Muncul saling curiga, saling mata-mematai, memutar balik fakta untuk kepentingan yang sifatnya emosional. Pada akhirnya, kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun tetap pada situasi saling curiga-mencurigai yang tidak menutup kemungkinan, tertulislah di kartu undangan untuk saling memusuhi. Inilah sebuah kerugian besar, kerugian yang memang tidak tampak dalam laporan rugi laba dari seorang petugas keuangan.

Hidup menjadi lebih hidup, bermakna, berarti, dalam suasana damai, aman, tenteram, senantiasa diidamkan oleh siapa pun. Target kemakmuran, kesejahteraan, dan bahkan keadilan tidak akan terwujud apabila nuansa terlalu jauh dari situasi yang menjadikan kehidupan menjadi lebih hidup. Berawal dari usaha menjadikan suasana damai, aman, dan tenteram akan memberikan setelan otomatis pada munculnya kemakmuran dan kesejahteraan.

Kesamaan persepsi, lebih mengutamakan kepentingan banyak orang, keadilan yang memang adil merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan rasa aman, damai, dan tenteram. Hidup ...... memang tidak bisa sendiri, melainkan perlu orang lain.... memang perlu orang lain. Kebahagiaan yang luar biasa akan terjadi apabila kita berhasil membahagiakan orang lain.


Kamis, 22 Januari 2015

KERAGUANKU

Mampukah aku? Bisakah aku? Pertanyaan tersebut selalu mengiang di benakku. Aku menginginkan hidup seperti rata-rata orang lain, punya pekerjaan, punya penghasilan meskipun aku tidak memiliki keterampilan. Hidup perlu biaya, kapan dan di mana pun aku berada. Ya ..... biaya hidup walau hanya sebatas untuk membiayai kehidupanku.

Apa yang harus aku lakukan, dari mana aku harus memulai, apa yang harus aku kerjakan? Bingung, seakan pikiranku tidak  mampu menjangkau ke gambaran atau hal yang lebih jauh. Harus bagaimanakah aku? Sekilas terbayang akan teman-temanku, betapa beruntung mereka, hidup enak, nyaman, seakan perlu apa tinggal tekan tombol.

Apakah ini nasib atau takdir? Tidak...... bukan......, ini bukan takdir, bukan nasib, melainkan ini merupakan keadaan yang aku alami sekarang. Bertambah lagi kebingunganku, tidak saja itu, malah aku ragu,  bukan meragukan siapa-siapa tapi ragu degan diri sendiri, kemampuanku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan diriku atau bagaimana keadaanku di masa yang akan datang.

Di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan keadaan kita di masa yang akan datang. Dua kalimat tersebut seakan mulai mengusir pikiranku yang membuat aku bingung. Aku mulai dan fokus pada kalimat itu. Setidaknya aku harus berusaha menjadi tukang untuk diriku, paling tidak memperbaiki keadaanku, nasibku, atau takdirku.

Kuhapus keraguanku, orang lain mampu mengapa aku harus tidak! Orang punya pekerjaan, penghasilan...... aku juga harus walau kulakukan semampuku  Kubulatkan tekadku, kupastikan langkahku, dan kubayangkan bahwa masa depan menyenyumiku lalu ia mengatakan: keadaan kehidupanmu, kesejahteraanmu, kebahagiaanmu ada dalam genggaman tanganmu.

Minggu, 18 Januari 2015

Perpisahan SMK Ihsan Jawai

Tiga tahun sungguh tak terasa, menimba, menggali, dan menyerap pengetahuan sebagai bekal di hari tua. Dalam kurun waktu tersebut, sudah pasti banyak kesalahan yang sengaja atau tak sengaja, langsung atau tak langsung. Oleh sebab itu, dari lubuk hati yang dalam terucap permohonan maaf atas kesalahan tersebut.

Berharap jua doa Bapak/Ibu, agar dalam melangkah ke depan  senantiasa mendapat kemudahan, segala urusan dilancarkan, dan Yang Kuasa selalu melindungi, serta mengantarkan kita ke gerbang pintu kesuksesan.



Bapak/Ibu, janganlah lupakan kami, janganlah lupakan kenakalan kami, kebandelan kami. Itu semua merupakan kenangan manis saat-saat kami berada dalam tautan usia kami. Kami, Bapak/Ibu, terserah orang mau bilang apa, tapi saat itu sepertinya dunia milik kami, dunia memerlukan kami karena dunia tahu bahwa kami mampu mengubahnya, mengubah hari-hari kami, yang pasti selalu lebih baik dan penuh arti dari hari-hari yang telah berlalu.

Kamis, 01 Januari 2015

UCAP DAN HARAP

Selamat jalan dua nol satu empat: pengalaman dan kenangan darimu tetap kami ingat sebagai koreksi diri agar menjadi diri sendiri.

Selamat datang dua nol satu lima: ajak dan ingatkan kami agar tidak menjadi pribadi yang mudah lupa atau sengaja melupakan.