Sabtu, 27 Desember 2014

MENGENAL DIRI

Saat itu jarum jam menunjuk angka 13.00, musim penghujan tapi langit cerah, matahari bersinar memberi kesan hidup dan kehidupan bagi bumi dan makhluk yang ada di atasnya. Aku duduk di kursi plastik warna merah, pandanganku tertuju pada rimbunnya daun berwarna hijau. Warna yang menerima kesan hidup dari pancaran sinar surya, lalu terus memberi kehidupan pada dirinya dan seluruh makhluk yang ada di alam jagad ini.
Kubayang diri ini dari ujung rambut sampai ujung kaki, tiada kelebihan yang kupunya, melainkan terlalu banyak kekurangan yang aku miliki.. Padahal, jujur, banyak keinginan yang muncul di benak ini, keinginan sepertinya orang-orang lain. Beginilah takdir, nasib, yang sebenarnya, aku pun tidak mengetahui bagaimana takdir dan nasibku di masa-masa yag akan datang.
Sesekali, mataku tertuju pada beberapa anak kecil yang tengah bermain. Anak yang polos, jujur, berkata apa adanya, sungguh mereka seperti tidak memiliki beban dalam hidup. Ingin rasanya diri ini kembali ke usia seperti mereka, tapi apa daya inilah perjalanan hidup. Berbeda dibanding mereka, aku, aku tergolong egois, emosian, ada perasaan iri, ingin menang sendiri, yang aku tak habis pikir, sifat malas senantiasa bercokol dalam diri ini. Terlalu banyak karakter negatif yang menghias pribadiku.
Tiupan angin menggerakkan awan, menutupi bagian birunya langit. Langit punya warna biru, punya awan, dan tetap segar oleh tiupan angin. Sedangkan aku tak memiliki apa-apa, yang kupunya hanyalah pribadi yang di dalamnya penuh dengan sifat-sifat negatif.
Beginikah seterusnya aku? Tak seorangpun yang bisa menjawab, kecuali aku. Aku, aku, sementara usiaku selalu bertambah. Hari berganti minggu, berganti bulan, berganti tahun, tanpa terasa usiaku hampir memasuki kepala tiga.
Berubah, dan harus berubah, inilah tekadku. Lebih lagi, setelah pikiranku teringat pada sebuah perkataan, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, melainkan orang tersebutlah yang akan mengubah nasib dirinya, apakah lebih baik ataupun menjadi lebih buruk.
Kuakan mengubur dalam sifat-sifat negatifku, akan aku gali dan munculkan sifat-sifat positif. Lambat tapi pasti. Aku berusaha untuk menjadi pribadi yang tidak egois, memiliki sifat penyabar, mengerti akan orang lain, dan yang utama adalah aku harus menjadi pribadi yang rajin, giat, ulet, dan tekun.
Lebih utama lagi, aku berusaha menjadikan diri ini sebagai pribadi yang pandai bersyukur dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, Sang Pencipta jagad semesta ini.

0 komentar: