Mengenal diri ternyata rumit, kukira mudah. Aku kenal orang lain, bahkan menguraikan sifat-sifat mereka dari a sampai z aku bisa. Namun, mengenal diri sangat beda, aku berhadapan dengan diriku sendiri yang tiada lain adalah aku. Aku harus berusaha untuk memahami siapa aku, untuk apa aku, bergunakah aku untukku, bagaimana aku, seperti apa aku, dan seberapa bermanfaat aku bagi orang lain yang ada di sekitarku.
Aku menyadari sifat negatif yang ada pada diri ini sama sekali tiada gunanya, kucoba memunculkan sifat positif yang masih tersisa dan ada pada diriku. Sulit memang, karena aku menghadapi diriku. Aku harus melawan diriku, menundukkan amarahku, dan mengendalikan egoku.
Inikah sebuah perjuangan? Karena selama ini, aku berbuat memperturutkan kemauanku setelah aku melihat perilaku orang lain. Kadang aku berlaku kasar dan bahkan tidak wajar, seakan aku bukan diriku. Aku benar-benar dikendalikan oleh emosi dan egoku. Sementara itu, pernah juga terpikir, bagaimana nanti, saat memasuki usia tuaku, saat aku jatuh sakit, saat aku tidak lagi memiliki daya dan upaya? Siapakah yang akan menolong aku? Siapakah yang akan merawatku? Siapakah yang akan menjagaku? Punyakah aku sejumlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kelak apabila Sang Pencipta memanggilku?










