Sejauh Mata Memandang, Sedalam Hati Merasa

Walau sudah jauh melangkah, tetapi hati dan pikiran cenderung melihat ke belakang.

Di Mana Ada Kemauan, Di Situ Pasti Ada Jalan

Kemauan keras akan mengalahkan segalanya, menepis hadang, menghalau rintang, dan menuai hasil untuk masa yang akan datang.

Banyak Jalan Menuju Roma

Senantiasa berusaha mencari cara terbaik, tak kenal putus asa, tak mudah menyerah karena hasil tergambar di depan mata.

Boleh Saja Lupa Diri, Tapi Jangan Seperti Kacang yang Lupa Akan Kulitnya

Sebuah keberhasilan mustahil tanpa peran serta orang lain. Tegur sapa dan ingat merupakan kebanggaan bagi mereka.

Saat-saat Dunia Tersenyum, Mengakui Kita, bahwa Kita Juga Mampu

Menikmati hari tua tanpa adanya penyesalan karena kemampuan mengelola masa lalu dan sekarang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Senin, 29 Desember 2014

MENANYA DIRI

Mengenal diri ternyata rumit, kukira mudah. Aku kenal orang lain, bahkan menguraikan sifat-sifat mereka dari a sampai z aku bisa. Namun, mengenal diri sangat beda, aku berhadapan dengan diriku sendiri yang tiada lain adalah aku. Aku harus berusaha untuk memahami siapa aku, untuk apa aku, bergunakah aku untukku, bagaimana aku, seperti apa aku, dan seberapa bermanfaat aku bagi orang lain yang ada di sekitarku.

Aku menyadari sifat negatif yang ada pada diri ini sama sekali tiada gunanya, kucoba memunculkan sifat positif yang masih tersisa dan ada pada diriku. Sulit memang, karena aku menghadapi diriku. Aku harus melawan diriku, menundukkan amarahku, dan mengendalikan egoku.

Inikah sebuah perjuangan? Karena selama ini, aku berbuat memperturutkan kemauanku setelah aku melihat perilaku orang lain. Kadang aku berlaku kasar dan bahkan tidak wajar, seakan aku bukan diriku. Aku benar-benar dikendalikan oleh emosi dan egoku. Sementara itu, pernah juga terpikir, bagaimana nanti, saat memasuki usia tuaku, saat aku jatuh sakit, saat aku tidak lagi memiliki daya dan upaya? Siapakah yang akan menolong aku? Siapakah yang akan merawatku? Siapakah yang akan menjagaku? Punyakah aku sejumlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kelak apabila Sang Pencipta memanggilku?

  

Sabtu, 27 Desember 2014

MENGENAL DIRI

Saat itu jarum jam menunjuk angka 13.00, musim penghujan tapi langit cerah, matahari bersinar memberi kesan hidup dan kehidupan bagi bumi dan makhluk yang ada di atasnya. Aku duduk di kursi plastik warna merah, pandanganku tertuju pada rimbunnya daun berwarna hijau. Warna yang menerima kesan hidup dari pancaran sinar surya, lalu terus memberi kehidupan pada dirinya dan seluruh makhluk yang ada di alam jagad ini.
Kubayang diri ini dari ujung rambut sampai ujung kaki, tiada kelebihan yang kupunya, melainkan terlalu banyak kekurangan yang aku miliki.. Padahal, jujur, banyak keinginan yang muncul di benak ini, keinginan sepertinya orang-orang lain. Beginilah takdir, nasib, yang sebenarnya, aku pun tidak mengetahui bagaimana takdir dan nasibku di masa-masa yag akan datang.
Sesekali, mataku tertuju pada beberapa anak kecil yang tengah bermain. Anak yang polos, jujur, berkata apa adanya, sungguh mereka seperti tidak memiliki beban dalam hidup. Ingin rasanya diri ini kembali ke usia seperti mereka, tapi apa daya inilah perjalanan hidup. Berbeda dibanding mereka, aku, aku tergolong egois, emosian, ada perasaan iri, ingin menang sendiri, yang aku tak habis pikir, sifat malas senantiasa bercokol dalam diri ini. Terlalu banyak karakter negatif yang menghias pribadiku.
Tiupan angin menggerakkan awan, menutupi bagian birunya langit. Langit punya warna biru, punya awan, dan tetap segar oleh tiupan angin. Sedangkan aku tak memiliki apa-apa, yang kupunya hanyalah pribadi yang di dalamnya penuh dengan sifat-sifat negatif.
Beginikah seterusnya aku? Tak seorangpun yang bisa menjawab, kecuali aku. Aku, aku, sementara usiaku selalu bertambah. Hari berganti minggu, berganti bulan, berganti tahun, tanpa terasa usiaku hampir memasuki kepala tiga.
Berubah, dan harus berubah, inilah tekadku. Lebih lagi, setelah pikiranku teringat pada sebuah perkataan, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, melainkan orang tersebutlah yang akan mengubah nasib dirinya, apakah lebih baik ataupun menjadi lebih buruk.
Kuakan mengubur dalam sifat-sifat negatifku, akan aku gali dan munculkan sifat-sifat positif. Lambat tapi pasti. Aku berusaha untuk menjadi pribadi yang tidak egois, memiliki sifat penyabar, mengerti akan orang lain, dan yang utama adalah aku harus menjadi pribadi yang rajin, giat, ulet, dan tekun.
Lebih utama lagi, aku berusaha menjadikan diri ini sebagai pribadi yang pandai bersyukur dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, Sang Pencipta jagad semesta ini.

Kamis, 18 Desember 2014

T E G A R

Yang terjadi, udah pasti terjadi. Hadapi dengan sabar, tenang, sharing ama teman dekat, genggam keyakinan: SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA, SETIAP MASALAH ADA SOLUSINYA.
Terkadang kita lupa bahwa TUHAN MAHA SEGALANYA.

Rabu, 17 Desember 2014

INGIN DAN INGIN

Keinginan seperti tak habis-habisnya. Ingin ini, ingin itu, terpenuhi yang satu, muncul yang lain. Keinginan menggandeng usaha dan kinerja, pintu masuknya adalah berdoa, sabar merupakan gemboknya. Jangan sampai kita memiliki keinginan yang sebenarnya tidak kita inginkan.........?